Sabtu, 28 Juni 2014

UJIAN KIMIA ORGANIK II

NAMA : EKIN DWI ARIF KURNIAWAN
NIM     : A1C112011
PRODI : PENDIDIKAN KIMIA REGULER 2012



1.      JELASKAN KEMUNGKINAN TERBENTUKNYA IKATAN RANGKAP 3 PADA MINYAK ATAU LEMAK TAK JENUH.!
2.      JELASKAN BAGAIMANA PROSES PENCUCIAN DENGAN PELARUT ORGANIK BEBAS AIR!
3.      BAGAIMANA CARA BEKERJA INDRA PENGECAP SEHINGGA MENIMBULKAN CITA RASA MANIS CONTOH FRUKTOSA!
4.      JELASKAN HUBUNGAN HORMON OKSITOSIN DENGAN SINYAL GELOMBANG ALPA DAN TETA YG DI KELUARKAN OLEH OTAK!
5.      JELASKAN BAGAIMAN SIFAT BASA DAPAT DI HASILKAN GUGUS OH PADA SAKARIDA! KAITKAN DENGAN KONSEP ASAM BASA!

JAWAB :

1.

Menurut saya terbentuknya ikatan rangkap 3 pada lemak tak jenuh bisa terjadi, bila lemak tak jenuh ini mengalami reaksi HALOGENASI dan setelah itu dilanjutkan dengan reaksi DEHIDROGENASI. Seperti yang kita ketahui bahwa Halogenasi diambil dari kata halogen yaitu anggota golongan unsur yang sangat aktif, terdiri dari fluorin, bromin, iodin, klorin, atau astatin, yang mempunyai sifat kimia sama. Sedangkan halogenasi tersebut merupakan prosesnya yaitu pemasukan halogen ke dalam senyawa organik, baik secara penambahan (adisi) maupun secara penggantian (substitusi). Halogenasi merupakan reaksi yang terjadi antara ikatan karbon-karbon rangkap (C=C) pada senyawa-senyawa alkena seperti etena dengan unsur-unsur halogen seperti klorin, bromin dan iodin.
Sedangkan tahap kedua adalah Dehidrogenesis dimana reaksi dehidrogenesis adalah reaksi balik atau pelepasan hidrogen dari sebuah molekul. Dari kedua reaksi ini kita dapat membentuk ikatan rangkap 2 pada lemak tak jenuh menjadi rangkap 3. Disini saya akan menjelaskan prosesnya.
Pertama tama lemak tak jenuh di reaksikan dengan Br2 , dimana ikatan Br-Br akan menyerang C, yang akan menyerang C adalah Br (δˉ) . karena Br bersifat nikleofilik sehingga H akan tergantikan dengan H seperti gambar dibawah ini :



Seperti dilihat digambar atom H pada atom C digantikan dengan Br karena seperti yang saya sebutkan tadi bahwa Br memiliki sifat nukleofilik sehingga H tergantikan. Setelah H lepas dari atom C, atom H langsung berikatan dengan Br(δ+) dan menghasilkan senyawa HBr. Inilah tahap pertama yaitu tahap reaksi Halogenasi pada lemak tak jenuh.
Kemudian Tahap yang kedua adalah reaksi Dehidrogenasi dimana gambaran sekilasnya lemak tak jenuh yang pada tahap pertama tadi direaksikan kembali dengan larutan KOH. Sehingga atom K akan mengambil atom Br pada lemak tak jenuh tadi yang bisa digambarkan seperti ini :




Bisa dilihat atom K pada KOH akan menyerang atom Br dan itu mengakibatkan rantai dari atom Br tadi putus dan bertumpang tinggi pada atom C sehingga ikatan C yang awalnya rangkap 2 menjadi rangkap 3 dikarenakan Br terputus. Dan otomatis setelah ikatan C menjadi rangkap tiga, C yang mengikat atom H akan tidak stabil dikarenakan memiliki 5 tangan sedangkan seharusnya C akan stabil bila memiliki 4 tangan. Sehingga atom H akan diputuskan agar C pada lemak tak jenuh ini stabil. Terbentuk lah ikatan rangkap tiga pada lemak tak jenuh, kemudian H yang terputus tadi akan berikatan dengan OH menjadi air (H2O).
Ini lah alasan saya mengapa lemak tak jenuh berkemungkinan membentuk ikatan rangkap 3 bila lemak tak jenuh tadi mengalami reaksi Halogenasi dan kemudian mengalami reaksi Dehidrogenasi.


2.




Sabun adalah salah satu karbon yang sangat komersial baik dari sisi penggunaan dalam kehidupan sehari-hari maupun persaingan harga produk yang memberikan pengembangan yang cukup baik. Sabun merupakan surfaktan yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Sabun biasanya berbentuk padatan yang tercetak seperti batangan.

Sabun merupakan merupakan suatu bentuk senyawa yang dihasilkan dari reaksi saponifikasi. Saponifikasi adalah reaksi hidrolisis asam lemak oleh adanya basa lemah (misalnya NaOH). Hasil lain dari reaksi saponifikasi ialah gliserol. Selain C12 dan C16, sabun juga disusun oleh gugus asam karboksilat.

 

 gambar : struktur asam larutan

Prinsip utama kerja sabun ialah gaya tarik antara molekul kotoran, sabun,dan air. Kotoran yang menempel pada tangan manusia umumnya berupa lemak. Untuk mempermudah penjelasan, mari kita tinjau minyak goreng sebagai contoh. Minyak goreng mengandung asam lemak jenuh dan tidak jenuh. Asam lemak jenuh yang ada pada minyak goreng umumnya terdiri dari asam miristat, asam palmitat, asam laurat, dan asam kaprat. Asam lemak tidak jenuh dalam minyak goreng adalah asam oleat, asam linoleat, dan asam linolena. Asam lemak tidak lain adalah asam alkanoat atau asam karboksilat berderajat tinggi (rantai C lebih dari 6).

Seperti yang kita ketahui, air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O, yaitu molekul yang tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air.


Gaya tarik antara dua molekul polar ( gaya tarik dipol-dipol) menyebabkan larutan polar larut dalam larutan polar. Molekul polar mempunyai dipol yang permanen sehingga menginduksi awan elektron non polar sehingga terbentuk dipol terinduksi, maka larutan nonpolar dapat larut dalam non polar. Hal tersebut dapat menjelaskan proses yang terjadi saat kita mencuci tangan. Saat pencucian tangan, air yang merupakan senyawa polar menginduksi awan elektron sabun sehingga dapat membantu larutnya asam lemak yang juga merupakan senyawa non polar. Maka dari itu, bila kita mencuci tangan dengan menggunkan sabun, lemak yang menempel pada tangan akan melarut bersama sabun dengan bantuan air.

Tetapi masalah disini bisakah penyabunan/penyucian dilakukan dengan pelarut organic lain selain air ? menurut saya mungkin bisa air digantikan dengan pelarut organic lainnya. Dengan syarat memiliki gaya Tarik menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) yang menyamai air. Disini menurut literature yang saya baca yaitu asam format yang tetapan dielektriknya tidak jauh beda dengan air. Oleh karena itu menurut saya asam format ini juga bisa digunakan dalam pelarut penyucian karena dia memiliki dielektrik yang cukup kuat juga dan gaya intermolekul dipol-dipol sehingga asam format yang merupakan senyawa polar menginduksi awan elektron sabun sehingga dapat membantu larutnya asam lemak yang juga merupakan senyawa non polar. Tetapi apabila pelarut polar ini dipakai untuk mencuci tangan atau yang lain efeknya cendrung negative yaitu banyaknya efek toksik bagi tubuh. Dan apabila asam format ini memiliki konsentrasi yang tinggi maka tingkat korosinya semakin besar.



3.


Seperti halnya indera yang lain, pengecapan merupakan hasil stimulasi ujung saraf tertentu. Dalam hal mampu membedakan kelezatan makanan tersebut karena ada stimulasi kimiawi. Pada manusia, ujung saraf pengecap berlokasi dikuncup-kuncup pengecap pada lidah.
Kuncup-kuncup pengecap mempunyai bentuk seperti labu, terletak pada lidah di bagian depan hingga ke belakang. Di dalam satu papilla terdapat banyak kuncup pengecap (taste buds) yaitu suatu bangunan berbentuk bundar yang terdiri dari dua jenis sel, yaitu sel-sel penyokong dan sel-sel pengecap sebagai reseptor. Setiap sel pengecap memiliki tonjolan-tonjolan seperti rambut yang menonjol keluar taste bud melalui taste pore (lubang). Dengan demikian zat-zat kimia yang terlarut dalam cairan ludah akan mengadakan kontak dan merangsang sel-sel kemudian timbullah impuls yang akan menjalar ke saraf no. VII dan saraf no. IX otak untuk diteruskan ke thalamus dan berakhir di daerah pengecap primer di lobus parietalis untuk kemudian diintrepretasikan.



Makanan yang dikunyah bersama air liur memasuki kuncup pengecap melalui pori-pori bagian atas. Di dalam makanan akan merangsang saraf yang mempunyai rambut (gustatory hair). Dari ujung tersebut pesan akan dibawa ke otak, kemudian diinterpretasikan dan sebagai hasilnya kita dapat mengecap makanan yang masuk ke dalam mulut kita.

Lidah manusia adalah struktur berotot yang terletak pada bagian lantai mulut yang digunakan untuk berbicara, makan dan mencicipi rasa. Lidah manusia di lengkapi dengan tunas-tunas pengecap yang bisa mendeteksi zat kimia di dalam makanan dan minuman.Indera pengecap pada lidah bekerja sama dengan indera penciuman untuk mengidentifikasi aroma makanan untuk di olah dalam otak sehingga manusia bisa merasakan perbedaan aroma makanan dan minuman yang akan di kosumsi.

Ada lebih dari 10.000 tunas pengecap pada lidah manusia, sel-sel ini tumbuh seminggu setelah itu digantikan oleh sel-sel yang baru. Sel-sel reseptor (tunas pengecap) terdapat pada tonjolan-tonjolan kecil pada permukaan lidah (papila). Sel-sel inilah yang bisa membedakan rasa manis asam, pahit dan asin.

Rasa manis dapat di rasakan oleh indra pengecap yang terletak di bagian depan lidahRasa Asin dirasakan pada sepanjang bagian isi depan lidahRasa asam di rasakan di sepanjang sisi bagian belakang lidahRasa pahit di kecap pada bagian belakang lidah Cara kerja indra tunas pengecap (papila) lidah manusia
Rambut-rambut sensor menyembul dari sel-sel ke pori-pori sentral tunas pengecap. Pada bagian ini rambut-rambut sensori terendam dalam zat kimia yang terlarut dalam air ludah manusia. Zat-zat yang terlarut dalam ludah itu akan di deteksi oleh sensor ini sehinggga dapat dibedakan baik itu manis, asam, asin dan pahit


Rasa manis dimulai dengan melekatnya molekul gula pada porus perasa. Kemudian hal ini akan mengaktifkan stimulator yang terdapat pada sitoplasma yang terdapat pada membran. Stimulator (protein G ) akan teraktivasi selanjutnya akan mengaktifkan enzim adenilat siklase. Enzim ini akan mengaktifkan pembentukan Camp dari ATP. Terjadinya peningkatan camp akan mengakibatkan terstimulasinya enzim sitoplasma lainnya. Hal ini akan membuat ion K dapat keluar sehingga mengakibatkan depolarisasi pada puting pengecap. Hal ini akan mengakibatkan terlepasnya neotransmiter ke sinaps dan selanjutnya akan diteruskan ke otak.

Fruktosa susunan paling sederhana dalam karbohidrat. Sejenis gula yang terdapat pada madu dan buah-buahan. Fruktosa adalah bentuk isomer glukosa dan merupakan salah satu komponen penyusun sukrosa. Fruktosa mempunyai rumus kimia yang sama dengan glukosa, CH2O, namun memiliki struktur yang berbeda. Susunan atom dalam fruktosa merangsang jonjot kecapan pada lidah sehingga menimbulkan rasa manis. Di dalam tubuh, fruktosa meupakan hasil pemecahan dari sukrosa.




4.


Perlu kita ketahui bahwa Oksitosin adalah hormon yang bertanggungjawab untuk merangsang kontraksi pada rahim saat proses persalinan. Bagi perempuan yang mengalami kontraksi lambat, tetesan oksitosin dapat digunakan untuk membantu kontraksi lebih kuat dan teratur. Selain itu, hormon oksitosin juga memainkan peranan penting saat setelah proses melahirkan. Yakni, merangsang rahim berkontraksi lagi untuk mengeluarkan plasenta. di otak hormon ini berfungsi sebagai neurotrasnmitter. oksitosin juga bermanfaat untuk mengurangi rasa cemas dan stress. 
 gambar : jenis-jenis gelombang pada otak

Seperti kita ketahui pada saat ibu melahirkan pastinya ibu akan tegang cemas dan stress. Hormone inilah yang akan menghilangkan rasa itu semua. Dan ini berkaitan dengan fungsi hormone ini sebagai neurotrasnmiter yang berhubungan dengan gelombang alpha dan tetha. Seperti yang kita ketahui Adalah pengirim pesan kimiawi di dalam system saraf, di samping itu juga dikenal dua jenis pengirim pesan kimiawi lainnya yaitu endorphin dan hormone. Neurotransmiter tidak hanya terdapat di otak, namun terdapat juga di saraf tulang belakang, saraf perifer, dan beberapa di kelenjar. Melalui efek yg ditimbulkan pada jaringan saraf tertentu, zat ini dapat mempengaruhi suasana hati, ingatan, dan kesejahteraan.


gambar: kerja kelenjar pituary pada otak yang memberi hormon oksitosin

Sifat dasar dari efek yg ditimbulkannya tergantung pada tingkat neurotransmitter, lokasinya, dan jenis reseptor yg diikatnya. Berikut ini ada beberapa Neurotransmiter yg sudah dikenal dan beberapa efeknya diketahui dalam mempengaruhi neuron. Dan neurotransmitter tadi membawa gelombang alpha dan theta dimana gelombang alpha memiliki fungsi untuk menengkan ibu dalam proses kehamilan agar dalam proses penghamilan tidak mengalami pendarahan yang serius sehingga ibu bisa melahirkan dengan lancar sedangkan gelombang theta hampir sama dengan gelombang alpha karena kedua gelombang ini berhubungan dengan alam bawah sadar manusia hanya saja pada gelombang ini tingkat bawah sadar yang lebih dalam lagi sehingga bisa dibilang manusia pada kondisi gelombang theta ini setengah sadar. Sehingga saat ibu menghamilkan rasa cemas maupun stress itu berkurang karena gelombang alpha & theta yang di rangsang oleh hormone oksitosin.

5.



Sakarida atau karbohidrat merupakan salah satu dari tiga bahan makanan pokok manusia dan hewan disamping lemak dan protein. Dalam tubuh manusia dan hewan, senyawa ini merupakan cabang energi dan tersimpan didalam sel sebagai glikogen. Karbohidrat terdapat dalam jumlah cukup besar didalam tumbuh-tumbuhan, terutama pada bagian-bagian yang keras seperti biji, ubi, dan kulit.

Karbohidrat sebenarnya bukan nama umum senyawa kimia yang secara kimia berupa bentuk hidrat dari karbon dan secara empiris mempunyai rumus Cn(H2O)n. Termasuk dalam kelompok senyawa ini misalnya glukosa  C6H12O6 dan sukrosa C11H22O11. Dan dari rumus yang tertera Pada senyawa ini terdapat gugus fungsi yaitu gugus –OH, gugus aldehid atau gugus keton.

Pada karbohidrat/sakarida bisa dihasilkan sifat basa pada gugus –OH karena dari literature menurut teori asam basa modern oleh arhenius dikatakan bahwa dari karakterik Basa adalah zat yang apabila dilarutkan dalam air dapat menghasilkan ion OH-. Akibat kelebihan ion OH- maka air yang sudah ditambahkan zat basa disebut sebagai larutan basa.
reaksi ionisasi zat basa dalam air adalah sebagai berikut:

M(OH)x à M+ + xOH-

Dari reaksi tersebut bisa dilihat bahwa menurut arhenius basa mempunya ion hidroksil didalamnya sehingga reaksi dapat dibuat seperti reaksi diatas. Pada gambar dibawah ini dapat kita lihat struktur karbohidrat yang memiliki gugus OH :

Dapat dilihat dari gambar bahwa karbohidrat ( digambar ini glukosa) memiliki gugus OH yang banyak sehingga dia bisa dikatakan dapat bersifat basa.

Contohnya saja mengapa karbohidrat bisa dikatakan basa kita lihat pada saat kita makan. Karbohidrat bersifat menetralkan asam lambung sehingga pada orang yang penderita maag apabila ingin menetralisir asam lambungnya dianjurkan memakan makannan yang berkarbohidrat karna sifatnya yang menetralkan asam. Dan sifat menetralkan asam itu adalah sifat dari basa, sehingga bisa kita simpulkan bahwa karbohidrat memiliki sifat basa yang dapat menetralkan asam lambung.

Kemudian contoh yang lain sifat basa sakarida(karbohidrat) yang mengeluarkan OH yaitu pada sukrosa. Dimana sukrosa terdiri campuran glukosa dan fruktosa didalamnya. Dimana pada bagian glukosa memiliki sifat yang asam dikarenakan dia melepas atom H+ . bisa kita lihat pada C yang pertama. 




 

sedangkan fruktosa memiliki OH- yang bersifat basa dan menarik H+ pada glukosa, bisa kita lihat pada C yang pertama. 


Dan apabila glukosa dan fruktosa ini bergabung akan membentuk sukrosa + air. Bisa dilihat reaksinya pada gambar di bawah ini :


Pada gambar diatas kita dapat melihat bahwa sifat basa pada salah satu jenis dari karbohidrat yaitu sukrosa terdapat pada kandungan fruktosa di dalamnya. Fruktosa tersebut memiliki gugus OH- yang bersifat basa dan dapat menarik asam (gugus H+ ) pada glukosa. reaksi ini biasa ditemukan pada teori bronsted lowry dimana ketika sebuah senyawa yang berperilaku seperti asam mendonorkan proton, haruslah terdapat basa yang menerima proton tersebut. Sehingga konsep asam basa Brønsted–Lowry dapat didefinisikan sebagai reaksi:
Asam + Basa is in equilibrium with basa konjugat + asam konjugat.
Basa konjugat adalah ion atau molekul yang dihasilkan setelah asam kehilangan protonnya, sedangkan asam konjugat adalah spesi yang dihasilkan ketika basa menerima proton. Reaksi ini bersifat reversibel dan dapat berjalan terbalik maupun ke depan.