NIM : A1C112011
PRODI : PENDIDIKAN KIMIA REGULER 2012
1.
JELASKAN KEMUNGKINAN TERBENTUKNYA IKATAN RANGKAP 3 PADA
MINYAK ATAU LEMAK TAK JENUH.!
2.
JELASKAN BAGAIMANA PROSES PENCUCIAN DENGAN PELARUT
ORGANIK BEBAS AIR!
3.
BAGAIMANA CARA BEKERJA INDRA PENGECAP SEHINGGA
MENIMBULKAN CITA RASA MANIS CONTOH FRUKTOSA!
4.
JELASKAN HUBUNGAN HORMON OKSITOSIN DENGAN SINYAL
GELOMBANG ALPA DAN TETA YG DI KELUARKAN OLEH OTAK!
5.
JELASKAN BAGAIMAN SIFAT BASA DAPAT DI HASILKAN GUGUS OH
PADA SAKARIDA! KAITKAN DENGAN KONSEP ASAM BASA!
JAWAB :
1.
Menurut saya
terbentuknya ikatan rangkap 3 pada lemak tak jenuh bisa terjadi, bila lemak tak
jenuh ini mengalami reaksi HALOGENASI dan setelah itu dilanjutkan dengan reaksi
DEHIDROGENASI. Seperti yang kita ketahui bahwa Halogenasi diambil dari kata halogen
yaitu anggota golongan unsur yang sangat aktif, terdiri dari fluorin,
bromin, iodin, klorin, atau astatin, yang mempunyai sifat kimia sama. Sedangkan
halogenasi tersebut merupakan prosesnya yaitu pemasukan halogen ke dalam
senyawa organik, baik secara penambahan (adisi) maupun secara penggantian
(substitusi). Halogenasi merupakan reaksi yang terjadi antara ikatan
karbon-karbon rangkap (C=C) pada senyawa-senyawa alkena seperti etena dengan
unsur-unsur halogen seperti klorin, bromin dan iodin.
Sedangkan tahap
kedua adalah Dehidrogenesis dimana reaksi dehidrogenesis adalah reaksi balik
atau pelepasan hidrogen dari sebuah molekul. Dari kedua reaksi ini kita dapat
membentuk ikatan rangkap 2 pada lemak tak jenuh menjadi rangkap 3. Disini saya
akan menjelaskan prosesnya.
Pertama tama lemak
tak jenuh di reaksikan dengan Br2 , dimana ikatan Br-Br akan
menyerang C, yang akan menyerang C adalah Br (δˉ)
. karena Br bersifat nikleofilik sehingga H akan tergantikan dengan H seperti
gambar dibawah ini :
Seperti dilihat digambar atom H pada
atom C digantikan dengan Br karena seperti yang saya sebutkan tadi bahwa Br
memiliki sifat nukleofilik sehingga H tergantikan. Setelah H lepas dari atom C,
atom H langsung berikatan dengan Br(δ+) dan menghasilkan senyawa
HBr. Inilah tahap pertama yaitu tahap reaksi Halogenasi pada lemak tak jenuh.
Kemudian Tahap yang kedua adalah reaksi
Dehidrogenasi dimana gambaran sekilasnya lemak tak jenuh yang pada tahap
pertama tadi direaksikan kembali dengan larutan KOH. Sehingga atom K akan
mengambil atom Br pada lemak tak jenuh tadi yang bisa digambarkan seperti ini :
Bisa dilihat atom K pada KOH akan
menyerang atom Br dan itu mengakibatkan rantai dari atom Br tadi putus dan
bertumpang tinggi pada atom C sehingga ikatan C yang awalnya rangkap 2 menjadi
rangkap 3 dikarenakan Br terputus. Dan otomatis setelah ikatan C menjadi
rangkap tiga, C yang mengikat atom H akan tidak stabil dikarenakan memiliki 5
tangan sedangkan seharusnya C akan stabil bila memiliki 4 tangan. Sehingga atom
H akan diputuskan agar C pada lemak tak jenuh ini stabil. Terbentuk lah ikatan
rangkap tiga pada lemak tak jenuh, kemudian H yang terputus tadi akan berikatan
dengan OH menjadi air (H2O).
Ini lah alasan saya mengapa lemak tak
jenuh berkemungkinan membentuk ikatan rangkap 3 bila lemak tak jenuh tadi
mengalami reaksi Halogenasi dan kemudian mengalami reaksi Dehidrogenasi.
2.
Sabun adalah salah satu karbon yang sangat komersial baik
dari sisi penggunaan dalam kehidupan sehari-hari maupun persaingan harga produk
yang memberikan pengembangan yang cukup baik. Sabun merupakan surfaktan yang
digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Sabun biasanya berbentuk
padatan yang tercetak seperti batangan.
Sabun merupakan merupakan suatu bentuk senyawa yang
dihasilkan dari reaksi saponifikasi. Saponifikasi adalah
reaksi hidrolisis asam lemak oleh adanya basa lemah (misalnya NaOH). Hasil lain
dari reaksi saponifikasi ialah gliserol. Selain C12 dan C16, sabun juga disusun
oleh gugus asam karboksilat.
gambar : struktur asam larutan
Prinsip utama kerja sabun ialah gaya tarik antara molekul
kotoran, sabun,dan air. Kotoran yang menempel pada tangan manusia umumnya
berupa lemak. Untuk mempermudah penjelasan, mari kita tinjau minyak goreng
sebagai contoh. Minyak goreng mengandung asam lemak jenuh dan tidak jenuh.
Asam lemak jenuh yang ada pada minyak goreng umumnya terdiri dari asam
miristat, asam palmitat, asam laurat, dan asam kaprat. Asam
lemak tidak jenuh dalam minyak goreng adalah asam oleat, asam
linoleat, dan asam linolena. Asam lemak tidak lain adalah asam
alkanoat atau asam karboksilat berderajat tinggi (rantai C lebih dari 6).
Seperti yang kita ketahui, air adalah substansi kimia
dengan rumus kimia H2O, yaitu molekul yang tersusun atas dua atom hidrogen yang
terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna,
tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa
(1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air
melarutkan banyak zat kimia. Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh
dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik
(gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air.
Gaya tarik antara dua molekul polar ( gaya tarik
dipol-dipol) menyebabkan larutan polar larut dalam larutan polar. Molekul polar
mempunyai dipol yang permanen sehingga menginduksi awan elektron non polar
sehingga terbentuk dipol terinduksi, maka larutan nonpolar dapat larut dalam
non polar. Hal tersebut dapat
menjelaskan proses yang terjadi saat kita mencuci tangan. Saat pencucian
tangan, air yang merupakan senyawa polar menginduksi awan elektron sabun
sehingga dapat membantu larutnya asam lemak yang juga merupakan senyawa non
polar. Maka dari itu, bila kita mencuci tangan dengan menggunkan sabun, lemak
yang menempel pada tangan akan melarut bersama sabun dengan bantuan air.
Tetapi
masalah disini bisakah penyabunan/penyucian dilakukan dengan pelarut organic
lain selain air ? menurut saya mungkin bisa air digantikan dengan pelarut
organic lainnya. Dengan syarat memiliki gaya Tarik menarik listrik (gaya
intermolekul dipol-dipol) yang menyamai air. Disini menurut literature yang
saya baca yaitu asam format yang tetapan dielektriknya tidak jauh beda dengan
air. Oleh karena itu menurut saya asam format ini juga bisa digunakan dalam
pelarut penyucian karena dia memiliki dielektrik yang cukup kuat juga dan gaya
intermolekul dipol-dipol sehingga asam
format yang merupakan senyawa polar menginduksi awan elektron sabun sehingga
dapat membantu larutnya asam lemak yang juga merupakan senyawa non polar. Tetapi
apabila pelarut polar ini dipakai untuk mencuci tangan atau yang lain efeknya
cendrung negative yaitu banyaknya efek toksik bagi tubuh. Dan apabila asam
format ini memiliki konsentrasi yang tinggi maka tingkat korosinya semakin
besar.
3.
Seperti halnya indera yang lain, pengecapan merupakan
hasil stimulasi ujung saraf tertentu. Dalam hal mampu membedakan kelezatan
makanan tersebut karena ada stimulasi kimiawi. Pada manusia, ujung saraf
pengecap berlokasi dikuncup-kuncup pengecap pada lidah.
Kuncup-kuncup pengecap mempunyai bentuk seperti labu,
terletak pada lidah di bagian depan hingga ke belakang. Di dalam satu papilla
terdapat banyak kuncup pengecap (taste buds) yaitu suatu bangunan berbentuk
bundar yang terdiri dari dua jenis sel, yaitu sel-sel penyokong dan sel-sel pengecap
sebagai reseptor. Setiap sel pengecap memiliki tonjolan-tonjolan seperti rambut
yang menonjol keluar taste bud melalui taste pore (lubang). Dengan demikian
zat-zat kimia yang terlarut dalam cairan ludah akan mengadakan kontak dan
merangsang sel-sel kemudian timbullah impuls yang akan menjalar ke saraf no.
VII dan saraf no. IX otak untuk diteruskan ke thalamus dan berakhir di daerah
pengecap primer di lobus parietalis untuk kemudian diintrepretasikan.
Makanan yang dikunyah bersama air liur memasuki kuncup
pengecap melalui pori-pori bagian atas. Di dalam makanan akan merangsang saraf
yang mempunyai rambut (gustatory hair). Dari ujung tersebut pesan akan dibawa
ke otak, kemudian diinterpretasikan dan sebagai hasilnya kita dapat mengecap
makanan yang masuk ke dalam mulut kita.
Lidah
manusia adalah struktur berotot yang terletak pada bagian lantai mulut yang
digunakan untuk berbicara, makan dan mencicipi rasa. Lidah manusia di lengkapi
dengan tunas-tunas pengecap yang bisa mendeteksi zat kimia di dalam makanan dan
minuman.Indera pengecap pada lidah bekerja sama dengan indera penciuman untuk
mengidentifikasi aroma makanan untuk di olah dalam otak sehingga manusia bisa
merasakan perbedaan aroma makanan dan minuman yang akan di kosumsi.
Ada
lebih dari 10.000 tunas pengecap pada lidah manusia, sel-sel ini tumbuh
seminggu setelah itu digantikan oleh sel-sel yang baru. Sel-sel reseptor (tunas
pengecap) terdapat pada tonjolan-tonjolan kecil pada permukaan lidah (papila).
Sel-sel inilah yang bisa membedakan rasa manis asam, pahit dan asin.
Rasa
manis dapat di rasakan oleh indra pengecap yang terletak di bagian depan
lidahRasa Asin dirasakan pada sepanjang bagian isi depan lidahRasa asam di
rasakan di sepanjang sisi bagian belakang lidahRasa pahit di kecap pada bagian
belakang lidah Cara kerja indra tunas pengecap (papila) lidah manusia
Rambut-rambut
sensor menyembul dari sel-sel ke pori-pori sentral tunas pengecap. Pada bagian
ini rambut-rambut sensori terendam dalam zat kimia yang terlarut dalam air
ludah manusia. Zat-zat yang terlarut dalam ludah itu akan di deteksi oleh
sensor ini sehinggga dapat dibedakan baik itu manis, asam, asin dan pahit
Rasa manis dimulai dengan melekatnya
molekul gula pada porus perasa. Kemudian hal ini akan mengaktifkan stimulator
yang terdapat pada sitoplasma yang terdapat pada membran. Stimulator (protein G
) akan teraktivasi selanjutnya akan mengaktifkan enzim adenilat siklase. Enzim
ini akan mengaktifkan pembentukan Camp dari ATP. Terjadinya peningkatan camp
akan mengakibatkan terstimulasinya enzim sitoplasma lainnya. Hal ini akan
membuat ion K dapat keluar sehingga mengakibatkan depolarisasi pada puting
pengecap. Hal ini akan mengakibatkan terlepasnya neotransmiter ke sinaps dan
selanjutnya akan diteruskan ke otak.
Fruktosa susunan paling sederhana dalam
karbohidrat. Sejenis gula yang terdapat pada madu dan buah-buahan. Fruktosa
adalah bentuk isomer glukosa dan merupakan salah satu komponen penyusun
sukrosa. Fruktosa mempunyai rumus kimia yang sama dengan glukosa, CH2O, namun
memiliki struktur yang berbeda. Susunan atom dalam fruktosa merangsang jonjot
kecapan pada lidah sehingga menimbulkan rasa manis. Di dalam tubuh, fruktosa
meupakan hasil pemecahan dari sukrosa.
4.
Perlu kita ketahui bahwa Oksitosin
adalah hormon yang bertanggungjawab untuk merangsang kontraksi pada rahim saat
proses persalinan. Bagi perempuan yang mengalami kontraksi lambat, tetesan
oksitosin dapat digunakan untuk membantu kontraksi lebih kuat dan teratur.
Selain itu, hormon oksitosin juga memainkan peranan penting saat setelah proses
melahirkan. Yakni, merangsang rahim berkontraksi lagi untuk mengeluarkan
plasenta. di otak hormon ini berfungsi sebagai neurotrasnmitter. oksitosin juga
bermanfaat untuk mengurangi rasa cemas dan stress.
gambar : jenis-jenis gelombang pada otak
Seperti kita ketahui pada saat ibu
melahirkan pastinya ibu akan tegang cemas dan stress. Hormone inilah yang akan
menghilangkan rasa itu semua. Dan ini berkaitan dengan fungsi hormone ini
sebagai neurotrasnmiter yang berhubungan dengan gelombang alpha dan tetha.
Seperti yang kita ketahui Adalah pengirim pesan kimiawi di dalam system saraf,
di samping itu juga dikenal dua jenis pengirim pesan kimiawi lainnya yaitu
endorphin dan hormone. Neurotransmiter tidak hanya terdapat di otak, namun
terdapat juga di saraf tulang belakang, saraf perifer, dan beberapa di
kelenjar. Melalui efek yg ditimbulkan pada jaringan saraf tertentu, zat ini
dapat mempengaruhi suasana hati, ingatan, dan kesejahteraan.
gambar: kerja kelenjar pituary pada otak yang memberi hormon oksitosin
Sifat dasar dari efek yg ditimbulkannya
tergantung pada tingkat neurotransmitter, lokasinya, dan jenis reseptor yg
diikatnya. Berikut ini ada beberapa Neurotransmiter yg sudah dikenal dan
beberapa efeknya diketahui dalam mempengaruhi neuron. Dan neurotransmitter tadi
membawa gelombang alpha dan theta dimana gelombang alpha memiliki fungsi untuk
menengkan ibu dalam proses kehamilan agar dalam proses penghamilan tidak
mengalami pendarahan yang serius sehingga ibu bisa melahirkan dengan lancar
sedangkan gelombang theta hampir sama dengan gelombang alpha karena kedua
gelombang ini berhubungan dengan alam bawah sadar manusia hanya saja pada
gelombang ini tingkat bawah sadar yang lebih dalam lagi sehingga bisa dibilang
manusia pada kondisi gelombang theta ini setengah sadar. Sehingga saat ibu
menghamilkan rasa cemas maupun stress itu berkurang karena gelombang alpha
& theta yang di rangsang oleh hormone oksitosin.
5.
Sakarida atau karbohidrat merupakan
salah satu dari tiga bahan makanan pokok manusia dan hewan disamping lemak dan
protein. Dalam tubuh manusia dan hewan, senyawa ini merupakan cabang energi dan
tersimpan didalam sel sebagai glikogen. Karbohidrat terdapat dalam jumlah cukup
besar didalam tumbuh-tumbuhan, terutama pada bagian-bagian yang keras seperti
biji, ubi, dan kulit.
Karbohidrat sebenarnya bukan nama
umum senyawa kimia yang secara kimia berupa bentuk hidrat dari karbon dan
secara empiris mempunyai rumus Cn(H2O)n. Termasuk dalam kelompok
senyawa ini misalnya glukosa C6H12O6 dan
sukrosa C11H22O11. Dan dari rumus yang tertera
Pada
senyawa ini terdapat gugus fungsi yaitu gugus –OH, gugus aldehid atau gugus
keton.
Pada karbohidrat/sakarida bisa dihasilkan sifat basa pada gugus
–OH karena dari literature menurut teori asam basa modern oleh arhenius
dikatakan bahwa dari karakterik Basa adalah zat yang apabila dilarutkan
dalam air dapat menghasilkan ion OH-. Akibat kelebihan ion OH- maka air yang
sudah ditambahkan zat basa disebut sebagai larutan basa.
reaksi ionisasi zat basa dalam air
adalah sebagai berikut:
M(OH)x à M+ + xOH-
Dari reaksi tersebut bisa dilihat
bahwa menurut arhenius basa mempunya ion hidroksil didalamnya sehingga reaksi
dapat dibuat seperti reaksi diatas. Pada gambar dibawah ini dapat kita lihat
struktur karbohidrat yang memiliki gugus OH :
Dapat dilihat dari gambar bahwa
karbohidrat ( digambar ini glukosa) memiliki gugus OH yang banyak sehingga dia
bisa dikatakan dapat bersifat basa.
Contohnya saja mengapa karbohidrat bisa
dikatakan basa kita lihat pada saat kita makan. Karbohidrat bersifat
menetralkan asam lambung sehingga pada orang yang penderita maag apabila ingin
menetralisir asam lambungnya dianjurkan memakan makannan yang berkarbohidrat
karna sifatnya yang menetralkan asam. Dan sifat menetralkan asam itu adalah
sifat dari basa, sehingga bisa kita simpulkan bahwa karbohidrat memiliki sifat
basa yang dapat menetralkan asam lambung.
Kemudian contoh yang lain sifat basa
sakarida(karbohidrat) yang mengeluarkan OH yaitu pada sukrosa. Dimana sukrosa terdiri
campuran glukosa dan fruktosa didalamnya. Dimana pada bagian glukosa memiliki
sifat yang asam dikarenakan dia melepas atom H+ . bisa kita lihat
pada C yang pertama.
sedangkan fruktosa memiliki OH- yang
bersifat basa dan menarik H+ pada glukosa, bisa kita lihat pada C
yang pertama.
Dan apabila glukosa dan fruktosa ini
bergabung akan membentuk sukrosa + air. Bisa dilihat reaksinya pada gambar di bawah
ini :
Pada gambar diatas kita dapat melihat
bahwa sifat basa pada salah satu jenis dari karbohidrat yaitu sukrosa terdapat
pada kandungan fruktosa di dalamnya. Fruktosa tersebut memiliki gugus OH- yang
bersifat basa dan dapat menarik asam (gugus H+ ) pada glukosa. reaksi ini biasa ditemukan pada teori bronsted lowry dimana ketika sebuah senyawa yang berperilaku seperti asam mendonorkan
proton, haruslah terdapat basa yang menerima proton tersebut. Sehingga
konsep asam basa Brønsted–Lowry dapat didefinisikan sebagai reaksi:
- Asam + Basa
basa konjugat + asam konjugat.










